Review Film The Revenant : Dongeng Bertahan Hidup Luar Biasa

Review Film The Revenant : Dongeng Bertahan Hidup Luar Biasa - Hallo sahabat skduriantawar, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Review Film The Revenant : Dongeng Bertahan Hidup Luar Biasa, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Film, Artikel Film Biografi, Artikel Film Drama, Artikel Review, Artikel Top Movie, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Review Film The Revenant : Dongeng Bertahan Hidup Luar Biasa
link : Review Film The Revenant : Dongeng Bertahan Hidup Luar Biasa

Baca juga


Review Film The Revenant : Dongeng Bertahan Hidup Luar Biasa

Hallo sobat sahabat movie, Kali ini admin bakal share pengalaman mimin perihal salah satu film drama biografi dan juga film petulangan yang mendulang sukses di tahun 2015. Ya film ini adalah The Revenant .

 Kali ini admin bakal share pengalaman mimin perihal salah satu film drama biografi dan ju Review Film  The Revenant : Kisah Bertahan Hidup Luar Biasa
The Revenant adalahadaptasi dari sepenggal kisah dalam novel berjudul The Revenant: A Novel of Revenge karya Michael Punke yang diluncurkan pada tahun 2002. Selanjutnya pada tahun 2015 dilaksanakan rilis ulang tanpa melibatkan penulisnya alasannya yaitu telah menjadi ambasador dari World Trade Organization yang melarangnya.

Rating IMDB
The revenant berhasil mencapai rating imdb sebesar 8.0/10. Sebuah pencapaian yang sangat luar biasa , apalagi mengingat film ini di bintangi bintang film papan atas yaitu Leonardo DiCaprio

Sinopsis
Hugh Glass (Leonardo de Caprio) bareng dengan sejumlah orang sedang berburu rusa. Glass yaitu penunjuk arah atau pencari jejak yang bergabung dengan pasukan tentara yang dipimpin kapten Andrew Henry. Glass didampingi anaknya yang telah cukup umur yakni Hawk (Forest Goodluck). Hawk mempunyai ibu seorang Indian yang sudah tiada.

Tiba-tiba pasukan diserang oleh suku Indian Arikara yang menggali putrinya yang dilarikan oleh orang kulit putih. Mereka menduga pasukan kapten Henry telah mencuri putrinya. Peperangan juga terjadi dan korban tewas menimpa kedua belah pihak. Kapten Henry dan sejumlah orang sukses selamat dengan naik kapal kecil menyusuri sungai. Dan kisah pun berlanjut.

Review , dan kisah berlanjut
Untuk menyiasati suku Arikara maka kapal darurat ditinggalkan dan bulu-bulu ditabung disuatu daerah alasannya yaitu cuaca bersalju yang tidak memungkinkan membawa barang-barang berat dan banyak. Suatu ketika Glass seorang diri diserang oleh beruang besar. Beruang sukses dikalahkan tetapi dirinya mencicipi luka parah di sekujur tubuhnya.

Fitzgerald (Tom Hardy) yang tidak cukup begitu suka terhadap Glass dan Hawk tidak jarang kali mengintimidasi mereka sejak awal. Dia memandang dengan menggotong Glass maka adalahbeban untuk perjalanan mereka dan menganjurkan untuk meninggalkannya atau membunuhnya. Kapten Henry menyimpulkan untuk meninggalkan Glass tetapi harus terdapat yang menemani. Hawk dan Jim (Will Poulter) mau menemani serta Fitzgerald yang ditunaikan besar.

Suku Arikara terus memburu dan mengekor jejak mereka. Mereka bertemu dengan pasukan tentara Perancis dan mengerjakan tukar barang kuda dengan bulu alasannya yaitu mereka memerlukan kuda untuk memburu pasukan kapten Henry.

Suatu ketika Fitzgerald sedang berdua dengan Glass dan hendak membunuhnya namun Hawk tiba mencegahnya. Tak disangka Hawkpun dibunuh olehnya. Hal ini membuat Glass frustasi dan murka besar. Namun apa daya guna bicarapun beliau tidak bisa, bergerak apalagi. Tubuh Glass separuh dikubur dan Fitzgerald mendustai Jim bahwa suku Arikara sudah datang. Mereka mesti pergi segera mungkin dan Jim sempat meninggalkan sebuah cawan pada kubur Glass.

Kapten Henry dan pasukannya telah tiba di markas tentara. Demikian pun karenanya Fitzgerald dan Jim menyusul disana. Imbalan dana yang besar diperolehnya dan mengarang kisah jikalau Glass tewas dan dimakamkan dengan baik cocok janjinya. Rupanya beliau tertarik dengan brankas duit milik atasannya.

Glass sanggup bergerak tidak banyak demi sedikit, ngesot dan perlahan tetapi niscaya karenanya sanggup berjalan. Hidup seorang diri dengan luka-luka di ketika demam isu salju paling berat lagipula dikejar-kejar oleh suku Arikara. Dia mesti bertahan hidup terhadap alam dan manusia. Untunglah beliau bertemu dengan seorang suku Indian lainnya yang sanggup menolongnya. Mereka berdua melanjutkan perjalanan dengan cuaca yg sulit.

Pada pagi hari orang Indian tersebut telah tewas dibunuh oleh pasukan tentara Perancis. Glass mengendap-endap ke lokasi pasukan tersebut. Secara kebetulan pemimpin mereka bakal memperkosa seorang wanita Indian. Glass menolongnya dan membebaskannya. Wanita itu ternyata ialah Powaqa, putri Indian yang sedang dicari-cari oleh suku Arikara. Glass melanjutkan perjalanannya guna menuntut balas atas selesai hidup anaknya dengan segala keterbatasan dan cuaca yang tidak mendukung.

Markas tentara kapten Henry kedatangan orang Perancis yang pasukannya pernah diobrak-abrik Glass. Dia membawa serta cawan yang ditinggalkan oleh Glass yang pernah diserahkan oleh Jim. Jim mengenali cawan tersebut yang berarti Glass masih hidup. Kapten Henry dan pasukannya menggali Glass dan kesudahannya menemukannya.

Kapten Henry menggali Fitzgerald alasannya yaitu merasa ditipu tetapi beliau sudah pergi sambil memungut uang di brankas. Glass bareng kapten Henry menyimpulkan untuk ikut mencarinya. Sayangnya alasannya yaitu kelicikan dari Fitzgerald maka kapten Henry tewas. Akhirnya Glass juga berhadapan dengan Fitzgerald face to face. Keputusan guna membunuh atau mengampuni laksana sebuah timbangan yang naik turun. Glass menyimpulkan untuk tidak membunuhnya, tetapi siapa sangka beliau justeru dibunuh oleh suku Arikara. Glass tidak dibunuh oleh suku Arikara alasannya yaitu telah mengamankan putrinya.

Kisah dalam film ini memang tidak menyeluruh sehingga anda tidak tahu latar belakang dari sang figur Glass. Tidak diterangkan mengapa Glass sanggup menikah dengan suku Indian dan mempunyai anak. Tidak diterangkan juga siapa yang membunuh istrinya, kenapa beliau sanggup bergabung dengan pasukan kapten Henry dsb. Hal yang sama pun terjadi pada ketika Glass diserang beruang. Seolah-olah Glass tidak mengerjakan perlawanan dan melulu terakhir saja mengerjakan perlawanan. Padahal Glass seorang yang terlatih baik tenaga, insting maupun pikiran. Demikian pun ketika luka-luka parah sekali kok demikian gampang dan cepatnya sembuh.

Pemandangan alam yang estetis dengan keadaan demam isu salju terasa begitu unik dan menyenangkan. Hal yang menjadi nilai tambah dalam film ini. permainan Leonardo de Caprio memang patut diacungi jempol. Dari penampilannya , gesture badan dan mimik wajah sanggup memerankan figur ini dengan sempurna. Akting yang baik sanggup dibintangi sesuai karakternya.

Kesimpulan
Film The revenant yaitu film yang cocok ditonton bagi segala kalangan usia , sangat cocok bagi penonton yang menyenangi seri petulangan dan bertahan hidup . Pemandangan alam di film ini juga patut di apresiasi lantaran sangat memanjakan mata

Admin mengutip qoutes di film ini "We did what we had to do."

sekian dari film The Revenant. supaya sanggup menjadi alasan sobat sahabat untuk menonton dan menyukai Film ini.

And  goodbye, see you at the next post review of an interesting film😍

 


Demikianlah Artikel Review Film The Revenant : Dongeng Bertahan Hidup Luar Biasa

Sekianlah artikel Review Film The Revenant : Dongeng Bertahan Hidup Luar Biasa kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Review Film The Revenant : Dongeng Bertahan Hidup Luar Biasa dengan alamat link http://skduriantawar.blogspot.com/2019/04/review-film-revenant-dongeng-bertahan.html

0 Response to "Review Film The Revenant : Dongeng Bertahan Hidup Luar Biasa"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel