Review Film Milea: Bunyi Dari Dilan 2020

Review Film Milea: Bunyi Dari Dilan 2020 - Hallo sahabat skduriantawar, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Review Film Milea: Bunyi Dari Dilan 2020, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Top Movie, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Review Film Milea: Bunyi Dari Dilan 2020
link : Review Film Milea: Bunyi Dari Dilan 2020

Baca juga


Review Film Milea: Bunyi Dari Dilan 2020


Masih sama dengan dua film sebelumnya, Film "Milea: Suara dari Dilan" menggunakan tokoh utama sebagai narator film. memakai narator menjadi lebih gampang untuk dipahami penonton.

Benang merah scene demi scene dapat dijelasin oleh narator. Sekaligus mengurangi scene dan dapat mempercepat alur cerita, cuma jadi mengurangi nilai sinematography-nya.

ALUR C E R I T A



Ga dapat dihindari sih adegan-adegan flashback di film ini. Karena untuk menyambung dongeng yang ada di Dilan 90 dan 91, kan ini balasan dari dua film terdahulu. Lumayan panjang adegan-adegan falshbacknya. Dan diambilnya potongan-potongan yang menjadi icon-nya Dilan.

Cerita film ini nyaris tidak berkembang. Sekedar mengajak penonton untuk memaklumi Dilan, melihat film ini dari sisi Dilan. Biar adil kesannya. Dengan ending yang, berdasarkan aku, memberi kesan kita tunggu demam isu penonton. Kalo bagus, kayaknya akan diteruskan ke Dilan & Milea berikutnya. Ini dugaan saya aja loh ya.

Tapi dengan ending yang ada sudah cukup sebenarnya. Tidak semua film harus terlihat aktual happy atau sad endingnya. Ending gantung pun punya daya tarik tersendiri, penonton diajak berimajinasi untuk tamat cerita. Nah buat film Milea ini, sebetulnya sih jelas, ga happy ending. Tapi masih ada kemungkinan dibentuk happy ending.

S E T I N G & C A M E R A



Seting masih seputaran Bandung dan sedikit scene indoor di Jakarta. Dan sekali lagi, masih ga terlalu berbeda dari 2 film terdahulu. Hanya ada beberapa scene gres yang menciptakan perbedaan situasi antar versi Milea dan Dilan. Dan kita tau apa yang terjadi ketika Milea memutaskan Dilan. Kenapa Dilan sampe ditangkap polisi, dan seterusnya.

Untuk kamera yang bekerjasama dengan gambar-gambar yang dihasilkan, ga ada yang istimewa. Masih lebih kreatif kemera FTV sih. Padahal angle kamera akan sangat membantu memberikan suasana penonton dengan minimnya properti yang dipakai yang dapat menciptakan penonton tidak jenuh. Adegan ga jauh berbeda, dongeng meneruskan, seting dan properti pun gitu. Lighiting pun sama aja. Satu-satunya yang dapat mengurangi jenuh, yah angel kamera. Dan ini ga ada.

Aku masih terganggu dengan iklan jaringan internet yang pada tahun 1990 awal itu belom ada, dan seting dalam bioskop. XXI gres ada di Jakarta pada tahun itu, dan cuma orang-orang tertentu yang dapat nonton di XXI. Seingat aku, kursinya pun belom berwarna merah waktu itu, masih biru. Sepele, tapi mengganggu ya.

P E M A I N



Buat saya berasa ya rasa rindu dan ada sesuatu yang beda diantara Milea dan Dilan. Atau alasannya yakni saya dah nonton Dilan 90 dan 91 ya? Akan susah lah ya melepaskan sosok Dilan pada Iqbal dan Milea pada Venesha.


Demikianlah Artikel Review Film Milea: Bunyi Dari Dilan 2020

Sekianlah artikel Review Film Milea: Bunyi Dari Dilan 2020 kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Review Film Milea: Bunyi Dari Dilan 2020 dengan alamat link http://skduriantawar.blogspot.com/2019/01/review-film-milea-bunyi-dari-dilan-2020.html

0 Response to "Review Film Milea: Bunyi Dari Dilan 2020"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel